HEADLINE

Sindikat Premanisme Lintas Daerah Berulah, Warga Praya Barat Daya Resah Kehilangan Barang Berharga

LOMBOK TENGAH — Ketentraman warga di wilayah Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, belakangan ini terusik parah. Kehadiran sekelompok orang tak dikenal dari luar daerah yang melakukan aksi premanisme dan pencurian barang-barang berharga telah membuat warga hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Aksi kriminalitas ini tercatat semakin masif dalam dua pekan terakhir.

Kejadian paling parah menimpa beberapa rumah warga dan gudang pertanian di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya pada Minggu dini hari (17/5/2026). Kelompok preman yang diperkirakan berjumlah lebih dari lima orang menyatroni permukiman warga. Mereka tidak hanya menggasak barang, tetapi juga melakukan intimidasi secara terang-terangan kepada warga yang mencoba menghalangi aksi mereka.

Motif utama dari kelompok pendatang haram ini disinyalir murni masalah ekonomi, di mana mereka sengaja menyasar wilayah Praya Barat Daya karena menganggap sistem keamanan lingkungan (siskamling) di beberapa desa sedang mengendur. Selain itu, masa pascapanen membuat banyak gudang warga dipenuhi gabah dan alat pertanian bertenaga mesin yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap.

Bagaimana aksi kejahatan ini beroperasi (How) sangat terstruktur dan berani. Pelaku datang menggunakan dua mobil pikap bak tertutup pada jam tiga pagi. Mereka menjebol gembok gerbang dan pintu gudang menggunakan gunting besi raksasa (bolt cutter). Ketika seorang warga bernama Sahrun (50) memergoki aksi tersebut karena mendengar suara gaduh, dua dari pelaku langsung menodongkan senjata api rakitan dan celurit, mengancam akan menghabisi nyawa Sahrun beserta keluarganya jika berani berteriak.

“Mereka bukan orang sini, logat bicaranya sangat asing bagi kami. Badan mereka besar-besar dan langsung menodongkan pistol. Saya hanya bisa diam melihat traktor dan berkarung-karung gabah kami diangkut ke mobil mereka,” kisah Sahrun saat ditemui jurnalis di kediamannya, Senin (18/5/2026). Akibat kejadian malam itu, warga mengalami kerugian material hingga puluhan juta rupiah.

Tokoh masyarakat setempat, Amaq Tuan, mendesak pihak Polres Lombok Tengah agar segera turun tangan membasmi sindikat ini. “Ini bukan sekadar pencurian biasa, tapi sudah masuk ranah teror premanisme bersenjata oleh orang luar. Jika polisi lambat bertindak, kami khawatir warga akan main hakim sendiri atau terjadi pertumpahan darah untuk mempertahankan hak miliknya,” tegasnya. Saat ini, kepolisian dilaporkan tengah memeriksa rekaman CCTV dari jalan raya terdekat guna melacak pelat nomor kendaraan para pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *